Kabupaten Malang Siap Jalankan Sekolah Rakyat 2026, Targetkan 225 Anak dari Keluarga Tidak Mampu

Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan siap mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang akan dimulai pada tahun 2026. Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tujuan utamanya adalah memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta mengurangi angka anak tidak sekolah (ATS) di seluruh Indonesia.
Saat ini, angka ATS di Kabupaten Malang telah menurun signifikan. Sebelumnya, jumlahnya mencapai 19 ribu anak. Kini, angka tersebut tinggal sekitar 10 ribu. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, menyebut bahwa program Sekolah Rakyat akan semakin mempercepat penurunan angka tersebut.
“Di Kabupaten Malang, ATS untuk jenjang SD dan SMP kini tinggal sekitar 10 ribu. Padahal sebelumnya mencapai 19 ribu. Sekolah Rakyat bertujuan mengentaskan anak-anak yang belum bersekolah,” ujar Suwadji.
Sementara itu, Kota Malang dan Kota Batu sudah memiliki gedung yang siap digunakan untuk Sekolah Rakyat. Namun, Kabupaten Malang masih menunggu pembangunan gedung yang rencananya dimulai pada September 2025 di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
“Kota Batu dan Kota Malang sudah punya gedung. Kabupaten Malang belum. Kami masih menunggu proses pembangunan,” tambahnya.
Sambil menunggu, Dinas Pendidikan aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Kementerian Sosial. Mereka sedang melakukan pendataan terhadap calon siswa dari keluarga kurang mampu dan anak-anak putus sekolah yang akan masuk ke Sekolah Rakyat.
Program ini akan menampung 225 anak. Kuota tersebut terbagi untuk tiga jenjang pendidikan: SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang akan memiliki tiga kelas dengan kapasitas 75 siswa secara total.
“Targetnya, tiga kelas untuk SD, tiga untuk SMP, dan tiga untuk SMA. Usulan ini sudah kami sampaikan. Jika semua sarana dan prasarana siap, pelaksanaannya akan dilakukan di Bantur,” jelas Suwadji.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi. Program Sekolah Rakyat menjadi langkah konkret dalam pemerataan pendidikan yang layak untuk semua.(Rmn)







