oleh

Bupati Malang Tinjau Sekolah Minim Murid hingga Resmikan Ruang Kelas Baru di Tumpang

banner 468x60

Bupati Malang, M Sanusi, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Tumpang, Senin (26/1) pagi. Kunjungan tersebut difokuskan pada sekolah dengan jumlah peserta didik minim serta sekolah unggulan, sebagai upaya memastikan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang tetap kompetitif hingga tingkat nasional.

banner 336x280

Agenda diawali di SDN 1 Pulungdowo. Di sekolah ini, Bupati Sanusi menyoroti kondisi jumlah siswa yang hanya mencapai 51 orang. Menyikapi hal tersebut, ia menegaskan pemerintah daerah akan menerapkan kebijakan penggabungan atau merger sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang.

Screenshot

 

“Sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan segera dilakukan penggabungan dengan sekolah terdekat,” ujar Sanusi.

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak akan diterapkan secara terburu-buru. Pemerintah Kabupaten Malang terlebih dahulu akan melakukan kajian menyeluruh, mulai dari aksesibilitas, jarak tempuh siswa, hingga kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima.

Kunjungan kemudian berlanjut ke SDN 1 Tumpang, sekolah unggulan bertema Literasi Budaya. Kedatangan Bupati disambut dengan tarian cucuk lampah serta pementasan seni kolosal sejarah Candi Jago yang dibawakan oleh para siswa. Dalam kesempatan ini, Sanusi menekankan pentingnya pemerataan kualitas hasil belajar di seluruh satuan pendidikan.

Dengan capaian nilai rata-rata kelulusan yang telah mencapai angka 9, ia menargetkan standar tersebut dapat diraih secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Target tersebut, menurutnya, harus tercapai 100 persen pada tahun 2026 tanpa pengecualian.

Rangkaian kunjungan ditutup di SMPN 1 Tumpang, sekolah unggulan berbasis agrobisnis dan lingkungan. Kehadiran Bupati disambut atraksi yel-yel Pramuka serta drumband siswa. Pada kesempatan itu, Bupati Malang meresmikan Ruang Kelas Baru (RKB) hasil pembangunan Tahun Anggaran 2025.

Sanusi juga memberikan apresiasi kepada tiga siswa SMPN 1 Tumpang yang berhasil lolos seleksi SMA Taruna Nusantara. Prestasi tersebut dinilai sebagai bukti keberhasilan sistem pendidikan daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Sebagai penutup, Bupati Malang menandatangani deklarasi SMPN 1 Tumpang sebagai Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Anti Perundungan. Deklarasi ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Malang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter.(Rmn)

banner 336x280

News Feed