Universitas Brawijaya Terapkan Kuliah Kombinasi Daring dan Luring

0

Universitas Brawijaya mulai menerapkan sistem perkuliahan kombinasi daring dan luring sebagai langkah mendukung program penghematan energi nasional. Kebijakan tersebut diberlakukan sejak Senin, 13 April 2026, menyusul arahan pemerintah terkait antisipasi dampak krisis global akibat konflik Timur Tengah.

Penerapan skema pembelajaran campuran itu mengacu pada Surat Edaran Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026. Menindaklanjuti aturan tersebut, pihak rektorat UB segera mengeluarkan surat edaran internal mengenai penyesuaian pola kerja dan mekanisme kegiatan akademik di lingkungan kampus.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menyampaikan bahwa kampus telah mempersiapkan transisi sistem pembelajaran tersebut. Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menerbitkan panduan pelaksanaan agar proses akademik tetap berjalan optimal.

“Secara umum, UB merespons kebijakan Mendikti secara apresiatif dan proaktif. Kampus tetap melaksanakan kegiatan luring untuk aktivitas yang membutuhkan kehadiran langsung, sedangkan pembelajaran daring diterapkan pada kegiatan yang bisa dilakukan secara fleksibel,” ujar Imam, Kamis (9/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa semester 1 hingga semester 4 tetap diprioritaskan mengikuti kuliah secara tatap muka, terutama untuk kegiatan praktikum. Kebijakan ini dilakukan guna menjaga kualitas fondasi keilmuan mahasiswa tingkat awal melalui interaksi langsung dengan dosen.

Sementara itu, mahasiswa semester 5 ke atas diarahkan mengikuti pembelajaran secara daring. Sistem online juga diterapkan untuk seminar serta bimbingan tugas akhir sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi di lingkungan kampus.

Meski sebagian kegiatan dilakukan secara virtual, pihak kampus memastikan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama. Aktivitas yang membutuhkan interaksi intensif seperti praktikum, penelitian laboratorium, hingga kegiatan studio tetap dilaksanakan secara langsung di kampus.

Imam menegaskan bahwa pihak universitas berupaya mencegah terjadinya penurunan capaian akademik atau learning loss akibat perubahan metode pembelajaran tersebut.

“Kegiatan yang membutuhkan intensitas tinggi dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa harus tetap dilakukan di kampus, seperti praktikum, studio, atau penelitian di laboratorium,” katanya.

UB juga memberikan kewenangan kepada masing-masing fakultas untuk menyesuaikan pembagian kelas daring dan luring sesuai karakteristik program studi serta kebutuhan laboratorium masing-masing.

Meski terjadi penyesuaian metode pembelajaran, pihak universitas memastikan kebijakan ini tidak mengubah struktur kurikulum maupun target kompetensi lulusan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

Tinggalkan Balasan