Kades Harjokuncaran Klarifikasi Kecelakaan Truk Sound Horeg, Tegaskan Insiden Terjadi di Luar Acara

MALANG – Kepala Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Arif Sujono, angkat bicara terkait kecelakaan maut yang melibatkan truk pengangkut sound horeg di turunan Jalan Pletes, Desa Druju, Minggu (18/10/2026).
Ditemui di kediamannya pada Kamis (22/10/2026), Arif menyampaikan klarifikasi sekaligus mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang dinilainya terkesan menyudutkan pemerintah desa dan panitia penyelenggara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Harjokuncaran.
Arif menegaskan, kecelakaan tersebut terjadi setelah seluruh rangkaian acara peringatan HUT desa selesai dilaksanakan. Saat insiden berlangsung, truk pengangkut sound horeg tersebut disebut sedang dalam perjalanan pulang.
Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memahami kronologi kejadian secara utuh agar tidak muncul persepsi yang keliru terhadap pemerintah desa maupun panitia penyelenggara.
“Kami hanya kecewa karena pemberitaan seolah-olah menyudutkan pemerintah desa dan panitia, sedangkan pemerintah desa sudah all out untuk menyukseskan acara,” ungkap Arif saat ditemui di rumahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif turut menyoroti sejumlah aspek yang dinilainya perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemilik usaha sound horeg, terutama terkait penggunaan kendaraan pengangkut peralatan dengan beban berat.
Ia menyebut beban kendaraan yang terlalu berat, spesifikasi mobil yang perlu disesuaikan, serta kondisi pengemudi yang mengantuk sebagai beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.
Arif berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran bagi pemilik usaha agar lebih cermat dalam mempersiapkan kendaraan sebelum beroperasi, terlebih ketika harus melewati jalur dengan medan yang cukup ekstrem.
“Harapannya, ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi owner. Bebannya terlalu berat, spek mobil juga harus diperhatikan, apalagi medannya cukup ekstrem,” ujarnya.
Meski demikian, hal-hal tersebut merupakan pandangan yang disampaikan Arif dalam wawancara. Penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan tersebut dan tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang
Arif menilai kondisi geografis di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan perlu menjadi perhatian serius bagi penyedia jasa sound horeg, khususnya dalam menentukan kendaraan operasional dan rute perjalanan.
Menurutnya, kendaraan yang digunakan harus memiliki spesifikasi yang sesuai dengan beban angkutan serta mampu menghadapi karakteristik jalan yang akan dilalui.
Jalur dengan turunan curam, misalnya, memerlukan perhatian khusus terhadap kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman dan kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan.
Selain kelayakan kendaraan, kesiapan pengemudi juga menjadi faktor penting. Kondisi fisik yang prima dan waktu istirahat yang cukup diperlukan untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan.
Karena itu, Arif berharap para pemilik usaha sound horeg melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas muatan, kondisi kendaraan, kesiapan pengemudi, serta pemilihan jalur sebelum menjalankan pekerjaan di wilayah dengan medan berat.
Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa pemerintah desa telah berupaya maksimal dalam mendukung pelaksanaan peringatan HUT Desa Harjokuncaran.
Ia menyayangkan apabila pemberitaan mengenai kecelakaan tersebut menimbulkan kesan bahwa pemerintah desa maupun panitia harus dianggap bertanggung jawab tanpa melihat secara utuh kronologi kejadian.
Arif berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat disikapi secara proporsional dengan tetap mengedepankan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, klarifikasi dari pemerintah desa tersebut tidak serta-merta menentukan ada atau tidaknya tanggung jawab pihak tertentu dalam kecelakaan itu. Penilaian mengenai penyebab insiden maupun kemungkinan adanya kelalaian tetap harus didasarkan pada bukti dan hasil penyelidikan pihak berwenang.
Kecelakaan di turunan Jalan Pletes, Desa Druju, menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam operasional kendaraan pengangkut sound horeg, khususnya ketika melintasi jalur dengan medan yang menantang.
Kesesuaian spesifikasi kendaraan, kapasitas muatan, kondisi teknis kendaraan, kesiapan pengemudi, hingga pemilihan rute perjalanan merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Klarifikasi yang disampaikan Kepala Desa Harjokuncaran diharapkan dapat memberikan gambaran tambahan mengenai posisi pemerintah desa terkait insiden tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemilik usaha sound horeg dan pihak-pihak terkait.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan dan penentuan tanggung jawab masing-masing pihak tetap perlu mengacu pada fakta di lapangan serta hasil penyelidikan resmi kepolisian. (Rmn)
