Perbaikan Kebocoran Pipa di Singosari Selesai, Normalisasi Jaringan Berlangsung hingga 1×24 Jam

MALANG – Perumda Tirta Kanjuruhan memastikan perbaikan kebocoran pipa berukuran 3 inci di wilayah Losawi, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, telah selesai dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026).
Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram Perumda Tirta Kanjuruhan. Dalam unggahannya, Perumda menyebutkan bahwa proses perbaikan kebocoran pipa telah rampung dan saat ini dilanjutkan dengan proses normalisasi jaringan.
Proses normalisasi diperkirakan berlangsung selama 1×24 jam. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengembalikan tekanan dan aliran air agar dapat kembali berjalan secara normal setelah perbaikan pipa selesai dilakukan.
Sejumlah wilayah diperkirakan masih terdampak selama proses normalisasi berlangsung. Wilayah tersebut meliputi Dusun Gembrung, Losawi, Dusun Balong, Jalan Sekar Gadung, Mondoroko Selatan, Magsari, Jalan Y. Yadhi, Perum Malang View, Perum Karanglo Land, Jalan Perusahaan, sebagian Desa Tasikmadu, serta Perum Karanglo Indah.
Salah satu warga di wilayah terdampak, Nina, berharap proses normalisasi dapat segera selesai sehingga distribusi air kembali lancar.
“Kami berharap setelah perbaikan ini aliran air bisa segera kembali normal. Kalau distribusi air terganggu, aktivitas warga juga ikut terdampak,” ujarnya.
Warga lainnya, dulah, mengaku memahami adanya proses perbaikan yang dilakukan Perumda Tirta Kanjuruhan. Namun, ia berharap informasi terkait gangguan distribusi air dapat terus disampaikan kepada pelanggan.
“Kami memahami karena memang ada perbaikan. Yang penting informasinya jelas dan pelayanan bisa segera kembali normal,” katanya.
Perumda Tirta Kanjuruhan menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses perbaikan dan normalisasi jaringan.
Pelanggan di wilayah terdampak diimbau untuk bersabar hingga proses normalisasi selesai. Perumda Tirta Kanjuruhan memastikan penanganan terus dilakukan agar distribusi air bersih dapat kembali berjalan optimal.
(*)
