
Widodo selaku Rektor Universitas Brawijaya secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 520 Tahun 2026 tentang pengangkatan Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) untuk masa jabatan 2026–2028. Penyerahan keputusan tersebut berlangsung di Gedung Rektorat lantai 7 UB pada Senin (9/3).
Dalam kesempatan tersebut, Widodo menegaskan bahwa RSUB memiliki peran strategis sebagai institusi pelayanan kesehatan sekaligus bagian penting dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap jajaran pimpinan baru mampu menjalankan tugas secara optimal meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dan keterbatasan.
Menurutnya, rumah sakit merupakan sektor jasa yang menuntut kualitas pelayanan tinggi. Karena itu, pengelolaan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter dan tenaga kesehatan, harus menjadi prioritas utama agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan maksimal.
Rektor juga menekankan pentingnya sistem manajemen yang efektif dalam mengelola tenaga medis, tenaga kesehatan, serta tenaga kependidikan di lingkungan rumah sakit. Dengan pengelolaan yang baik, seluruh sistem pelayanan di RSUB diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan profesional.
Selain itu, pimpinan RSUB diminta untuk aktif menghadirkan berbagai inovasi layanan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Upaya tersebut juga diharapkan mampu merespons kebutuhan masyarakat serta meminimalisasi antrean pasien.
Widodo menambahkan bahwa RSUB membawa nama besar Universitas Brawijaya. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit akan berpengaruh langsung terhadap citra universitas di mata publik.
“RSUB merupakan bagian dari branding UB. Ketika pelayanan yang diberikan baik, maka citra universitas juga akan semakin positif di masyarakat,” ujarnya.
Adapun jajaran pimpinan RSUB periode 2026–2028 yang menerima SK pengangkatan tersebut adalah Viera Wardhani sebagai Direktur. Sementara posisi Wakil Direktur diisi oleh Nofita Dwi Harjayanti sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, Penunjang, dan Sarana Prasarana; Muhammad Faisal Riza sebagai Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Pengembangan Strategis, Keuangan, dan SDM; serta Samsul Arifin sebagai Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kerja Sama, dan Pengembangan Profesi.
Dengan dilantiknya jajaran pimpinan baru tersebut, pihak universitas berharap RSUB dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat fungsinya sebagai rumah sakit pendidikan milik Universitas Brawijaya. (Rmn)







