Bupati Malang Tinjau Puskesmas Gedangan, Infrastruktur dan Ruang Isolasi Jadi Perhatian


drg.Dina (kanan) Kepala Puskesmas Gedangan saat mendampingi Kunjungan Bupati Malang di wilayah kerjanya

KABUPATEN MALANG – Bupati Malang M. Sanusi melanjutkan agenda sambang puskesmas dengan mengunjungi Puskesmas Gedangan, Selasa (26/5/2026) pagi. Kunjungan tersebut dilakukan usai peninjauan di Puskesmas Pagelaran guna memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan optimal, khususnya di wilayah Malang Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Malang didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, termasuk drg. Wiyanto Wijoyo. Bupati meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, ruang pemeriksaan, hingga kondisi bangunan puskesmas yang dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Kami ingin pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin nyaman dan maksimal. Karena itu, kondisi infrastruktur puskesmas juga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Sanusi saat meninjau lokasi.

 

Bupati Malang juga menyampaikan rencana perbaikan infrastruktur Puskesmas Gedangan melalui koordinasi dengan Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang. Perbaikan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Gedangan dan sekitarnya.

Selain berdialog dengan tenaga kesehatan dan pegawai puskesmas, Bupati Malang turut menyerap berbagai masukan terkait kebutuhan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.

 

Kepala Puskesmas Gedangan, drg. Dina, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Malang terhadap kondisi pelayanan kesehatan di wilayahnya.

“Kami sangat bahagia dengan kedatangan Bapak Bupati hari ini. Sebagai tenaga kesehatan di puskesmas, tentu kami merasa senang sekali karena bisa menunjukkan bagaimana pelayanan kesehatan di Gedangan selama ini berjalan dan bagaimana kami berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

drg.Dina Kepala Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang

Dalam kesempatan tersebut, pihak puskesmas mengusulkan bantuan bed khusus untuk ruang isolasi pasien gangguan pernapasan. Saat ini tempat tidur yang tersedia masih berbahan kayu sehingga dinilai kurang maksimal untuk menunjang kenyamanan pasien.

“Kami tadi mengusulkan bantuan bed khusus untuk ruang isolasi. Saat ini tempat tidur yang ada masih berbahan kayu, sementara pasien gangguan pernapasan membutuhkan bed yang fleksibel, bisa untuk posisi duduk dan tidur agar pernapasannya lebih nyaman. Alhamdulillah tadi sudah di-ACC,” katanya.

Menurut drg. Dina, kebutuhan tersebut cukup mendesak karena harga tempat tidur medis relatif mahal apabila harus dipenuhi secara mandiri oleh puskesmas. Ia juga menyebut Dinas Kesehatan Kabupaten Malang berencana memberikan bantuan bed dalam waktu dekat.

 

Sementara itu ,ditemui di tempat terpisah, Dinas Kesehatan akan memberikan bantuan bed secepatnya, kemungkinan minggu depan,” ujarnya.

 

Selain ruang isolasi, pihak puskesmas juga berharap adanya perluasan area puskesmas, terutama untuk lahan parkir dan penambahan ruang rawat inap. Hal itu dinilai penting mengingat akses masyarakat Gedangan menuju rumah sakit cukup jauh.

“Parkir kami sangat terbatas. Kalau memungkinkan nanti ada pelebaran area, prioritasnya mungkin untuk parkir dulu atau perluasan rawat inap. Karena Gedangan ini cukup jauh aksesnya ke rumah sakit lain, jadi masyarakat sangat bergantung pada pelayanan di sini,” jelasnya.

Saat ini kapasitas rawat inap di Puskesmas Gedangan hanya tersedia 10 tempat tidur. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien harus dirujuk ke rumah sakit ketika kapasitas penuh.

“Kalau bed sudah penuh, pasien akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit. Kadang masyarakat juga kasihan karena jaraknya jauh,” ungkapnya.

Untuk jumlah kunjungan pasien, rata-rata pelayanan harian mencapai sekitar 80 pasien dan dapat meningkat hingga 130 sampai 140 pasien setelah masa libur panjang.

Di akhir wawancara, drg. Dina berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Malang dapat meningkatkan semangat tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga teman-teman tenaga kesehatan tetap stabil dan termotivasi dalam memberikan pelayanan. Kami ingin semua masyarakat bisa terlayani dengan baik dan tidak ada yang merasa ditolak,” pungkasnya.

Diketahui, drg. Dina telah bertugas di Puskesmas Gedangan sejak tahun 2019 atau sekitar tujuh tahun terakhir.(Rmn)