Dhenis Nurul Farida Raih Gelar Doktor, Dosen dan ASN ATV Diskominfo Kota Batu

KOTA BATU – Dhenis Nurul Farida, dosen sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) ATV Diskominfo Kota Batu, berhasil meraih gelar doktor pada usia 34 tahun.
Warga Kota Batu tersebut menyelesaikan pendidikan Program Doktor Ilmu Manajemen dengan konsentrasi Strategi di Universitas Gajayana (Uniga) Malang dalam waktu kurang dari tiga tahun. Capaian ini tergolong istimewa, mengingat pendidikan doktoral umumnya ditempuh dalam rentang tiga hingga lima tahun.
Dhenis dinyatakan lulus dalam sidang tertutup disertasi yang digelar pada Rabu, 15 Juli 2026, di Ruang Hybrid 1, Lantai 1, Gedung Pascasarjana Uniga Malang.
Ia merupakan mahasiswa angkatan kedua Program Doktor Ilmu Manajemen Uniga Malang. Bahkan, Dhenis tercatat sebagai lulusan doktor ketiga dari program tersebut sekaligus mahasiswa pertama yang penelitiannya berhasil menembus publikasi internasional bereputasi, yakni Scopus dan Copernicus.
Berkat penelitian yang dinilai memiliki kebaruan serta pengakuan internasional tersebut, Dhenis tidak diwajibkan mengikuti sidang terbuka. Ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor melalui sidang tertutup.
Adapun penelitian yang diangkat Dhenis berjudul “Strategi Penguatan Kinerja UMKM: Peran Bauran Pemasaran, Kualitas Layanan, dan Inovasi Dimediasi Keunggulan Pasar.”
Penelitian tersebut mengangkat isu strategis terkait penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dalam konteks masyarakat di kawasan Malang Raya.
Dalam sidang tertutup tersebut, Dhenis diuji oleh sejumlah akademisi. Sidang dihadiri Prof. Dr. Ernani Hadiyati, SE., MS selaku promotor sekaligus Rektor Uniga Malang, Prof. Dr. Dra. Dwi Orbaningsih, MM., AK., CA., CSRA selaku Ko-Promotor I, serta Dr. M. Jamal Abdul Nasir, SE., MM selaku Ko-Promotor II.
Selain itu, hadir pula Prof. Dr. Dra. Martaleni, MM dan Prof. Dr. Dra. Endang Suswati, MS sebagai penguji, Drs. Gunadi, M.Sc., Ph.D sebagai penguji, serta Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU, ASEAN Eng. selaku penguji eksternal yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura.
Pasca seminar hasil, Dhenis telah mengantongi Indeks Prestasi (IP) sementara sebesar 3,75 dari skala maksimal 4,00. Ia masih menunggu nilai akhir yang akan diumumkan pada wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Dhenis menempuh pendidikan doktoral di Uniga Malang, perguruan tinggi yang telah berdiri selama 46 tahun dan dikenal sebagai salah satu institusi yang melahirkan lulusan berkompeten melalui dukungan para profesor dan dosen senior.
Menurut Dhenis, keberhasilan meraih gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademiknya. Sebaliknya, kelulusan tersebut menjadi awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas melalui ilmu dan penelitian.
“Kelulusan hanyalah bagian dari proses. Yang menjadi trigger justru setelah lulus, gelar tersebut mau menjadi apa dan ilmu itu mau memberikan manfaat untuk siapa. Harapannya, ilmu yang saya miliki bisa berdampak bagi khalayak luas. Jadi, bukan hanya soal gelar yang dikejar,” ujar Dhenis.
Di balik pencapaiannya tersebut, Dhenis juga menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari. Ia merupakan anak pertama dari almarhum Bambang Sugeng Harianto dan Afifah.
Selain berprofesi sebagai dosen dan ASN di ATV Diskominfo Kota Batu, Dhenis juga merupakan istri dari Irwan Toni serta ibu dari tiga anak, yakni Osman Zhafran Riz, Mahesa Zhafir Riz, dan Olcay Zhafira Rizhan.
Di tengah kesibukannya sebagai ibu dan istri, Dhenis tetap menjalankan aktivitas profesional serta meluangkan waktu untuk melakukan riset dan menempuh pendidikan doktoral hingga berhasil meraih gelar akademik tertinggi di perguruan tinggi.
Selain itu, Dhenis juga aktif di sejumlah bidang lain. Ia menekuni dunia akting dan pembuatan konten, menjadi MC serta presenter, sekaligus menjalankan usaha Dhefrani Collection dan mengajar public speaking melalui Dhefrani Les Privat.
Kini, setelah menyandang gelar Dr. Dhenis Nurul Farida, A.Md. A.B., S.Ak., M.M., ia berharap ilmu dan pengalaman yang dimilikinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kelulusan doktor ini justru baru menjadi awal. Masih banyak peluang untuk melakukan riset yang lebih mendalam dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.(*)
