DPRD Kabupaten Malang dan PP Daarul Ukhuwwah Dukung Penguatan Ekonomi Pesantren melalui Sarasehan Nasional MPDI 2026

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, K.H. Dr. Muhammad Ajir Abdi Munib, Lc., M.A.,

Kabupaten Malang – Pelaksanaan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Selain menjadi ajang silaturahmi nasional antar-pesantren, kegiatan yang ditutup oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. (H.C.) K.H. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., tersebut juga dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syaiful Rosyid, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan Sarasehan Nasional MPDI di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Pakis dan wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6 yang meliputi Pakis, Lawang, dan Singosari.

“Pelaksanaan Sarasehan Nasional Majelis Pondok Dakwah Islam (MPDI) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kecamatan Pakis, merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Pakis dan wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6. Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Malang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syaiful Rosyid, S.E., M.Si.,

Menurut Syaiful Rosyid, kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Malang mulai dari Wakil Bupati pada saat pembukaan hingga Sekretaris Daerah pada acara penutupan menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan pesantren dan dakwah di Kabupaten Malang.

“Kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang, mulai dari Wakil Bupati pada saat pembukaan hingga Sekretaris Daerah pada penutupan, menunjukkan komitmen dan apresiasi pemerintah daerah terhadap perkembangan pesantren dan dakwah di Kabupaten Malang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Malang mendukung penuh pelaksanaan Sarasehan Nasional MPDI. Menurutnya, kegiatan berskala nasional tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Malang Raya, tetapi juga berdampak positif bagi Indonesia secara luas.

“Kami di DPRD Kabupaten Malang mendukung penuh kegiatan MPDI ini. Harapannya, manfaat dari kegiatan berskala nasional ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Dapil 6, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Kabupaten Malang dan Indonesia secara luas, mengingat peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Syaiful Rosyid juga menilai kehadiran Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Agama dalam Sarasehan Nasional MPDI menjadi sinyal kuat adanya perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan ekonomi pesantren. Menurutnya, pesan yang disampaikan pemerintah pusat sangat jelas, yakni mendorong pengembangan koperasi berbasis pesantren sebagai salah satu kekuatan ekonomi riil masyarakat.

“Pesan yang disampaikan pemerintah pusat sangat jelas, yaitu mendorong koperasi berbasis pesantren sebagai kekuatan ekonomi riil di tengah masyarakat. Kami berharap program-program pemerintah pusat dapat didukung penuh oleh pesantren, sehingga mampu memperkuat perekonomian umat dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, K.H. Dr. Muhammad Ajir Abdi Munib, Lc., M.A., menyampaikan bahwa pesantren sesungguhnya telah lama mengembangkan berbagai program strategis, termasuk pembentukan koperasi. Namun demikian, dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah tetap menjadi faktor penting dalam pengembangannya.

“Pesantren selama ini telah merancang berbagai program strategis, salah satunya pembentukan koperasi. Namun, karena regulasi berada di tangan pemerintah, maka dukungan pemerintah menjadi sangat penting. Alhamdulillah, dalam Sarasehan Nasional MPDI ini kami dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Agama, yang menunjukkan adanya perhatian serius terhadap pengembangan pesantren,” ujarnya.

Ia menilai berbagai program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat dan pesantren perlu terus didukung. Menurutnya, apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program, maka yang perlu diperbaiki adalah pelaksanaannya, bukan substansi program tersebut.

“Misalnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), jika ada penyimpangan atau korupsi, maka yang harus dihilangkan adalah praktik korupsinya, bukan program MBG-nya, karena program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam bidang pendidikan, K.H. Dr. Muhammad Ajir Abdi Munib menjelaskan bahwa pesantren memiliki karakteristik yang berbeda dengan lembaga pendidikan umum karena lebih menitikberatkan pada pendalaman ilmu agama dan pembentukan karakter keislaman.

“Pendidikan di pesantren berbeda dengan sekolah umum karena lebih menekankan pendalaman ilmu agama. Harapannya, para santri yang memiliki pemahaman agama yang mendalam dapat menjadi pembimbing umat dan membawa masyarakat ke jalan yang benar,” katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai dukungan yang selama ini diberikan oleh Kementerian Agama kepada pesantren, mulai dari penyelenggaraan pendidikan Aliyah, sertifikasi guru, hingga bantuan operasional pendidikan yang dinilai sangat membantu keberlangsungan pendidikan pesantren.

Lebih lanjut, K.H. Dr. Muhammad Ajir Abdi Munib mengaku bersyukur Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah dipercaya menjadi tuan rumah Sarasehan Nasional MPDI Tahun 2026. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil komitmen yang telah disampaikan pada pelaksanaan sarasehan sebelumnya di Bogor.

“Alhamdulillah, tahun ini kegiatan Sarasehan Nasional MPDI dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Malang. Insya Allah, tahun depan kegiatan ini akan dilaksanakan di Palembang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Sarasehan Nasional MPDI Tahun 2026 diikuti peserta dari sekitar 25 provinsi dengan lebih dari 130 pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Selain membahas berbagai program strategis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antar-pimpinan pesantren di seluruh Indonesia.

“Harapan kami, momentum Sarasehan Nasional MPDI ini dapat memberikan dampak positif yang luas, baik bagi pengembangan koperasi pesantren, penguatan lembaga pendidikan pesantren, maupun sinergi program-program pemerintah dengan Pemerintah Kabupaten Malang,” pungkasnya.(Rmn)