GAPEMBI Dorong Program Makan Bergizi, Fokus pada Generasi Emas dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Kabupaten Malang – Program makan bergizi terus didorong sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua Koordinator Wilayah Malang Raya GAPEMBI (Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia), Djoni Sudjatmiko, saat ditemui usai menghadiri halal bihalal dan pelantikan pengurus ranting MWC NU Karangploso di NK Kafe, Minggu (26/4/2026).
Djoni menegaskan, program makan bergizi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Program ini sangat strategis. Tujuan utamanya memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik sekaligus mempersiapkan Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Menurutnya, dampak program tersebut juga merambah sektor ekonomi, khususnya di tingkat masyarakat bawah. Ia menilai, perputaran ekonomi yang dihasilkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Harga pangan sejak pertengahan tahun lalu hingga saat ini relatif stabil. Tidak ada lonjakan tajam seperti sebelumnya. Kenaikannya bertahap dan itu justru menguntungkan petani,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi stabil tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan yang berjalan saat ini cukup efektif. Bahkan, di tengah tekanan ekonomi global, Indonesia dinilai masih mampu menjaga kestabilan.
“Di saat banyak negara mengalami tekanan ekonomi, Indonesia masih relatif stabil. Ini juga diakui oleh sejumlah lembaga pengamat ekonomi global,” jelasnya.
Lebih lanjut, Djoni yang juga pemilik NK Cafe menekankan bahwa GAPEMBI berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, khususnya dalam mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“GAPEMBI tidak berorientasi bisnis. Kami fokus membangun sinergi antara pengusaha, BGN, dan pemerintah daerah agar program SPPG berjalan optimal dan manfaatnya semakin luas,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan standar dalam pelaksanaan program, terutama terkait higienitas dan kualitas layanan. Meski demikian, keikutsertaan dalam GAPEMBI tetap bersifat sukarela, dengan harapan semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan program tersebut.(Rmn)
