Oktober 27, 2026

Perumda Tirta Kanjuruhan Ajukan 37 Inovasi di IGA 2026

Direktur utama Tirta Kanjuruhan Malang Samsul Hadi

MALANG – Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang kembali ambil bagian dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026) dengan mengusulkan sebanyak 37 inovasi di berbagai bidang pelayanan dan tata kelola perusahaan.

 

Puluhan inovasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari pelayanan pelanggan, sistem pembayaran, pengawasan kualitas air, digitalisasi layanan hingga pengembangan sumber daya manusia.

 

Keikutsertaan Perumda Tirta Kanjuruhan dalam IGA 2026 menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malang mempertahankan predikat Kabupaten Terinovatif yang diraih pada IGA 2025.

 

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, S.Sos., M.M., mengatakan partisipasi dalam IGA tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar penghargaan. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi momentum untuk mengukur sekaligus mendokumentasikan berbagai inovasi yang telah diterapkan perusahaan.

 

“Keikutsertaan Perumda Tirta Kanjuruhan dalam IGA 2026 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus berkembang. Sebanyak 37 inovasi yang kami ajukan menggambarkan upaya perusahaan dalam melakukan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Hadi, Jumat (11/9/2026).

 

Di bidang pelayanan, sejumlah inovasi yang diajukan antara lain Mobile Meter Reading (MMR), KALIMERI (Kalibrasi Meter Air Berbasis Android), TOP-G, SIMPEL, CAK PAY, serta SIMPATI (Subsidi Inklusif bagi Masyarakat Prioritas dan Tempat Ibadah).

 

Sementara dalam aspek pengawasan dan kualitas air, Perumda Tirta Kanjuruhan mengusulkan inovasi Smart Water Quality (E-Sisa Chlor), SIMPATIK, eSPAM, serta Internet of Things – Online Monitoring SPAM (IoT-OMS).

 

Tidak hanya menyasar pelayanan eksternal, inovasi juga dikembangkan untuk memperkuat manajemen dan sistem kerja internal perusahaan. Beberapa di antaranya yakni SI-Kawan, PIAWAI, SmartOffice, TLC (Tirta Kanjuruhan Learning Center), E-Surat, SISUKA, dan E-Presensi.

 

Seluruh inovasi tersebut selanjutnya mengikuti tahapan penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) IGA 2026). Proses tersebut meliputi pelaporan data pendukung, pembuatan video inovasi, hingga tahapan verifikasi dan validasi oleh tim teknis.

 

Hingga pertengahan Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Malang telah mencatat sebanyak 239 inovasi ke dalam sistem IID. Jumlah tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai unsur pemerintahan daerah dalam mendorong terbentuknya ekosistem inovasi.

 

Syamsul Hadi menegaskan, keberadaan inovasi tidak seharusnya berhenti pada proses penilaian dalam ajang IGA. Lebih dari itu, inovasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata terhadap operasional perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Yang terpenting dari seluruh inovasi ini adalah manfaat dan keberlanjutannya. Penghargaan tentu menjadi motivasi, tetapi tujuan utama kami adalah bagaimana inovasi ini benar-benar memberikan dampak nyata, baik bagi efisiensi perusahaan maupun kemudahan bagi masyarakat sebagai pelanggan,” pungkasnya.

 

Dengan 37 inovasi yang diajukan, Perumda Tirta Kanjuruhan menempatkan transformasi pelayanan, digitalisasi, pengawasan kualitas air, serta penguatan tata kelola internal sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Malang. (rmn)