Wisuda Shirothul Fuqoha’ Jadi Momentum Pesantren Cetak Santri Berakhlakul Karimah

KABUPATEN MALANG – Yayasan Shirothul Fuqoha’, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang kembali meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren dalam mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlakul karimah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pelepasan wisuda bersama santri MTs, MA dan SMK Shirothul Fuqoha’ yang berlangsung di halaman MTs Shirothul Fuqoha’.
Sebanyak 398 siswa mengikuti prosesi wisuda tersebut, terdiri dari 274 siswa jenjang MTs, 90 siswa MA dan 34 siswa SMK. Dalam kesempatan itu, yayasan juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik maupun karakter yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan.

Pembina Yayasan Shirothul Fuqoha’, Gus Syamsul Mu’in atau Gus Syam menyampaikan bahwa pesantren tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal semata, namun juga menanamkan nilai-nilai adab, akhlak dan tradisi keislaman kepada seluruh santri.
“Ada pesan khusus dari Bu Wabup yang kami ingat yakni sebagai santri harus meletakkan kesantriannya dengan cara-cara pondok pesantren. Kalau yang sudah wisuda itu kalau bisa tetap melanjutkan di pesantren, jika tidak bisa ya tetap almamater pesantren dibawa,” ujar Gus Syam.
Menurutnya, identitas kesantrian harus tetap melekat pada diri para lulusan, termasuk saat mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun ketika terjun di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlakul karimah di era perkembangan media sosial yang sangat cepat.
“Terlebih lagi sekarang perkembangan informasi di media sosial itu begitu cepat, sehingga harus disaring dengan tepat dan cermat, serta disikapi dengan bijak,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi konsistensi Yayasan Shirothul Fuqoha’ dalam membina generasi muda melalui pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga adab, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian sosial.
“Jangan pernah berhenti belajar. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai cahaya dalam kehidupan, teruslah berbakti kepada orang tua, hormati guru-guru kalian dan jadilah pribadi yang rendah hati,” tutur Lathifah.
Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis Islam memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa, karena pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, cinta tanah air dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Di sisi lain, Kepala MA Shirothul Fuqoha’ Siti Jubaidah menjelaskan bahwa pelepasan wisuda ini juga menjadi momentum untuk memotivasi para lulusan agar terus melanjutkan pendidikan dan menjaga tradisi pesantren.

“Untuk yang sudah lulus dari MA Shirothul Fuqoha’ kami motivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta dan tetap melanjutkan tradisi-tradisi di pondok pesantren,” pungkasnya. (Rmn)
