Kota Malang-MalangJernih.com

Suasana haru dan penuh nostalgia menyelimuti Aula MAN 2 Kota Malang pada Sabtu (5/7), saat ratusan alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Malang lintas generasi berkumpul dalam Reuni Akbar PGAN Malang Lintas Generasi. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi emosional bagi para alumni yang datang dari berbagai penjuru daerah, menanggalkan rutinitas demi kembali ke kampus yang menyimpan kenangan masa muda mereka — kampus yang kini telah bertransformasi menjadi MAN 2 Kota Malang.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyambut langsung para alumni
dengan penuh kehangatan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena madrasah yang kini dipimpinnya masih menjadi tempat yang dirindukan dan dikenang.
“Selamat datang di kampus PGAN yang kini menjadi MAN 2 Kota Malang. Dulu tempat ini penuh dengan semangat perjuangan para calon pendidik. Kini, asrama PGAN telah berkembang menjadi Ma’had Al-Qalam yang menaungi lebih dari 650 santri. Kehadiran para alumni hari ini menjadi berkah bagi kami dan semoga juga membawa semangat baru bagi peserta didik kami untuk meneladani jejak para pendahulunya,” ujarnya.
Reuni ini juga menjadi ajang penghormatan kepada para guru yang telah berjasa besar dalam mencetak generasi pendidik berkualitas. Beberapa di antaranya turut hadir dalam suasana penuh kekeluargaan, seperti Bapak Ngewa Abdullah, guru psikologi berusia 81 tahun, yang memberikan pesan mendalam tentang menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
“Banyak alumni PGAN yang kini menjadi tokoh penting. Jaga pola makan, pola pikir, dan gaya hidup sehat. Karena banyak anak muda sekarang mengidap penyakit kronis. Saya mohon maaf bila semasa mengajar ada kekhilafan,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.
Reuni ini juga dihadiri para mantan Kepala Madrasah, seperti Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd., dan Dr. H. Imam Sudjarwo, M.Pd., serta para guru senior seperti Ibu Istianah, Ibu Lilis Fauziyah, dan Ibu Hj. Wajdijah. Semua hadir dalam suasana penuh kenangan, menyaksikan transformasi madrasah dari masa ke masa.
Ketua panitia, Dra. Endah Rahmawati, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan antusiasme para alumni dari berbagai angkatan.
“Terima kasih kepada para guru, alumni, dan seluruh panitia atas partisipasi dan kebersamaannya. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan reuni berikutnya bisa lebih baik lagi,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Suasana reuni semakin hidup dengan penampilan grup elekton alumni yang membawakan lagu-lagu kenangan, menggugah semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Momen-momen foto bersama, pelukan hangat, dan tawa riang menjadi penanda kuatnya ikatan emosional terhadap almamater.
Sekretaris panitia, Asmawatie Rosyidah, S.H., M.Pd., alumni angkatan 1981, menegaskan bahwa reuni ini bukan sekadar nostalgia.
“Ini adalah bentuk cinta dan penghormatan terhadap almamater dan para guru. Kami berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan, karena dari sinilah kita mengingat nilai-nilai yang membentuk kita dahulu,” katanya.
Bagi Kepala MAN 2 Kota Malang, momen reuni ini memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan. Ini adalah refleksi sejarah, bentuk keberlanjutan semangat pendidikan, dan bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah yang penuh nilai dan kenangan.
“Reuni ini bukan hanya nostalgia. Ini adalah penyambung sejarah. Sebagai Kepala MAN 2 Kota Malang, saya merasa terhormat melihat alumni PGAN tetap solid, penuh dedikasi, dan terus menginspirasi. Inilah bukti bahwa pendidikan madrasah tidak pernah kehilangan rohnya,” pungkas Dr. Samsudin.(Rmn)











