Perumda Tirta Kanjuruhan Targetkan Tambah 5.000 Sambungan Rumah pada 2026

Petugas lapangan Tirta Kanjuruhan saat melakukan pemasangan Pipa

Kabupaten Malang – Perumda Tirta Kanjuruhan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Malang. Pada tahun 2026, perusahaan daerah tersebut menargetkan penambahan sebanyak 5.000 sambungan rumah (SR) baru sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan layanan air minum.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, menjelaskan bahwa luas wilayah Kabupaten Malang dengan kondisi geografis yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan air bersih. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Malang mencapai sekitar 2,7 juta jiwa, sementara cakupan pelayanan air minum Perumda Tirta Kanjuruhan baru mencapai 23,13 persen.

“Tahun ini kami menargetkan ada tambahan 5.000 pelanggan lagi. Sesuai dengan MoU kami dengan Pemkab Malang, insya Allah bisa melebihi target,” ujar Syamsul.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat jumlah pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan pada tahun 2025 mencapai 156.186 sambungan rumah. Dengan asumsi setiap rumah dihuni empat orang, maka jumlah penduduk yang telah terlayani diperkirakan mencapai 624.744 jiwa.

Untuk merealisasikan target tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan akan mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro. Program ini diproyeksikan melayani masyarakat di dua kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan dan Gedangan.

Menurut Syamsul, potensi sambungan rumah yang dapat dilayani melalui pengembangan SPAM Kaligoro mencapai sekitar 8.000 SR. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan kesiapan jaringan distribusi.

“Berdasarkan data yang kami siapkan, ada kurang lebih 8.000 SR, tetapi bertahap. Tidak semua langsung kami layani,” katanya.

Ia menambahkan, distribusi air bersih ke wilayah pelosok membutuhkan biaya yang cukup besar. Perkiraan anggaran untuk pemasangan jaringan distribusi mencapai sekitar Rp26 miliar. Tingginya kebutuhan anggaran tersebut disebabkan jarak antar rumah warga di sejumlah desa yang mencapai 100 hingga 200 meter, sehingga memerlukan pembangunan jaringan pipa yang lebih panjang dibandingkan kawasan permukiman padat.

“Pembangunan jaringan utama SPAM Kaligoro itu sudah selesai. Saat ini tinggal distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan biaya besar,” pungkasnya.

Dengan penambahan 5.000 sambungan rumah pada tahun ini, Perumda Tirta Kanjuruhan berharap semakin banyak masyarakat Kabupaten Malang yang memperoleh akses terhadap layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.(Rmn)