Starlight Festival Balekambang Tuai Antusiasme Tinggi, 60 Persen Peserta Datang dari Luar Malang
Suasana

KABUPATEN MALANG, malangjernih.com – Pantai Balekambang kembali menghadirkan pengalaman wisata malam yang berbeda melalui gelaran Starlight Festival Balekambang yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026. Mengusung konsep romantis, acara ini dihiasi 1.000 lilin pantai, penerbangan lampion, pertunjukan musik, kembang api, hingga perang air yang ramah bagi keluarga dan anak-anak.
Kepala Unit Balekambang, Wijang Erlangga Pratama, menjelaskan bahwa Starlight Festival dirancang untuk memberikan pengalaman berkemah yang berkesan bagi para peserta di kawasan Pantai Balekambang.
“Konsepnya memang romantis. Yang unik, kami menggunakan ornamen seribu lilin pantai. Sepanjang pantai dan area acara dipenuhi lilin. Untuk area panggung menggunakan lilin LED, sedangkan di sekitar tenda menggunakan lilin putih yang dikemas khusus,” ujarnya saat ditemui awak media di Pantai Balekambang, Minggu (14/6/2026).
Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan penampilan Sunset Music DJ Performance yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga matahari terbenam. Memasuki malam, suasana semakin meriah dengan hiburan musik dari band ambiar yang kemudian dilanjutkan kembali dengan penampilan DJ.
Puncak kemeriahan festival terjadi saat peserta secara bersama-sama menerbangkan lampion yang dipadukan dengan pertunjukan kembang api serta tata cahaya di kawasan pura Pantai Balekambang. Seluruh rangkaian tersebut diiringi penampilan musik secara langsung.
“Yang paling seru saat penerbangan lampion, kembang api, dan lighting berlangsung bersamaan diiringi penampilan band. Itu menjadi puncak acara yang paling ditunggu peserta,” kata Wijang.
Tak hanya menyuguhkan hiburan pada malam hari, panitia juga menyiapkan kegiatan perang air massal pada keesokan paginya sebelum peserta meninggalkan lokasi perkemahan. Aktivitas ini sengaja disiapkan untuk mengakomodasi banyaknya keluarga muda dan anak-anak yang mengikuti festival.
Setiap paket tenda memperoleh dua pistol air, sementara panitia menyediakan sekitar 600 kantong plastik berisi air di sejumlah titik untuk mendukung permainan tersebut.
“Karena banyak keluarga muda dan anak-anak yang ikut, kami siapkan perang air sebagai hiburan yang ramah anak. Setiap paket mendapat dua pistol air dan kami juga menyediakan ratusan plastik berisi air bagi peserta lain yang ingin ikut bermain,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap Starlight Festival Balekambang terlihat dari seluruh paket camping yang habis terjual. Panitia mencatat sebanyak 366 paket tenda berhasil dibooking dengan kapasitas maksimal empat orang untuk setiap paket.
Peserta dapat memilih paket VIP seharga Rp300 ribu maupun paket standar Rp200 ribu. Fasilitas yang diberikan antara lain tenda, matras, kasur tenda, lampu tenda, lilin LED, serta dua pistol air. Perbedaan kedua paket tersebut terletak pada lokasi penempatan tenda dan jenis kasur yang disediakan.
Wijang mengungkapkan, festival ini tidak hanya menarik minat wisatawan lokal, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sekitar 60 persen peserta berasal dari luar Malang.
“Peserta ada yang datang dari Bogor, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, dan daerah lainnya. Sekitar 40 persen dari Malang, sedangkan 60 persen berasal dari luar Malang,” ungkapnya.
Mayoritas peserta merupakan kalangan mahasiswa, pekerja muda, hingga keluarga muda yang ingin menikmati pengalaman berwisata dengan suasana berbeda di tepi pantai.
Sejumlah figur publik turut meramaikan kegiatan tersebut. Penyanyi dangdut Ratna Antika dan youtuber lokal Mama Lela tercatat ikut membooking paket untuk menikmati suasana Starlight Festival Balekambang.
Melihat tingginya animo pengunjung, pengelola Pantai Balekambang berencana kembali menghadirkan agenda serupa. Dalam waktu dekat, event wisata berikutnya akan digelar pada 28 Juni 2026 melalui rangkaian kegiatan Balekambang Tahes 6.
“Untuk saat ini Starlight Festival masih digelar secara terbatas, tetapi bulan ini ada dua event. Salah satunya Balekambang Tahes 6 yang akan berlangsung pada 28 Juni mendatang,” tandas Wijang.(Rmn)
